Pendekatan dan Konsep Elastisitas dalam Teori Ekonomi

PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN

Dalam suatu kegiatan ekonomi, perilaku konsemen yang ditunjukan sangatlah beragam dan perilaku dari konsumen sangatlah penting untuk dipelajari dari konsumen yang tidak terlalu mementingkan harga tetapi lebih pada kualitas barang yang dibeli, dan sebaliknya konsumen yang lebih memperhitungkan soal harga dibandingkan kualitas barang yang akan dibelinya. 
Perpedaan pandangan dalam membeli suatu barang dipengaruhi beberapa faktor, berikut faktor yang mempengaruhi konsumen menurut Vincent Gasperz, yaitu :



  1. Kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk berbanding lurus dengan persepsi dan ekspektasinya.
  2. Pengalaman masa lalu terhadap produk yang sama atau produk lain yang berfungsi sama.
  3.  Pengalaman dari teman yang pernah mengkonsumsi suatu produk sebelum konsumen.
  4. Komunikasi iklan dan pemasaran yang dibuat oleh produsen untuk merubah persepsi dan ekspektasi konsumen.
PENDEKATAN KARDINAL

Pendekatan jenis ini sering disebut sebagai teori nilai subyektif : artinya pendekatan yang memperhitungkan manfaat atau tingkat kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen yang dapat dinyatakan secara kuantitatif (dapat diukur). Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility).
Kepuasan total dimana konsumen akan lebih memperhatikan kepuasan mempergunakan (mengonsumsi) barang atau jasa yang dibeli, dimana besar uang yang dikeluarkan akan memberikan nilai guna marginal yang besar. Kepuasan tambahan perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumi
Para ahli ekonomi mempercayai bahwa utility merupakan ukuran kebahagian. Utility dianggap bahwa ukuraan kemampauan barang / jasa untuk memuaskan kabutuhan. Besar kecilnya utility yang dicapai konsumen tergantung dari jenis barang atau jasa dan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi. Sehingga dapat ditunjukan oleh fungsi sebagai berikut :
U = f ( X1, X2, X3………, Xn )
U : besar kecilnya kepuasan:
X : jenis dan jumlah barang yang dikonsumsi.

PENDEKATAN ORDINAL

Pendekatan ordinal merupakan pendekatan yang terbentuk dikarnakan adanya kelemahan dalam pendekatan kardinal antara lain karena pendekatan kardinal bersifat subyektif dalam menentukan nilai guna total dan nilai guna marjinal. Pendekatan ini merupakan kebalikan dari penekatan kardinal dimana konsumen mendapatkan kepuasan dalam mengonsumsi barang/jasa tidak secara kuantutatif. Maka dari itu pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi.

KONSEP ELASTISITAS

Elastisitas merupakan perbandingan perubahan proposional dari sebuah variable dengna perubahan variable lain. Dinama variable-variable ini dapat berarti pengukuran seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Konsep ini digunakan untuk meramalkan kenaikan pada barang/jasa.
Terdapat 3 konsep elastisitas utama yang dipakai dalam teori ekonomi mikro :

  •  Elastisitas Harga
Konsep elastisitas Harga terbagi menjadi 2, yaitu elastisitas harga penawaran dan elastisitas harga permintaan. Dimana elastisitas harga permintaan digunakan untuk mengtahui bersarnya perubahan jumlah barang/jasa yang diminta, diakibatkan adanya perubahan harga barang itu sendiri. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas permintaan:
Ed= ((Q2 – Q1)/ Q1) / ((P2 – P1)/P1)
Ed=(ΔQ/Q) / ( ΔP/P)
Sedangkan elastisitas penawaran merupakan perubahan atas barang/jasa yang diakibatkan adaynya perubahan harga barang/ jasa tersebut. Untuk mengukur perubahan tersebut digunakan koefisien elastisitas penawaran.
Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas penawaran:
Es = ((Q2 – Q1) / ½ (Q2+Q1)) / ((P2 – P1) / ½ (P2 + P1))
Es = (∆Q / ½ (Q1+Q2)) / (∆P / ½ (P1+P2))

  • Elastisitas Silang
Elastisitas silang digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi. Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y.
Rumus untuk mernghitung besarnya elastisitas Silang :
Ec=(( QX2 – QX1 ) / ½ (QX1 + QX2)) / ((PY2 - PY1) / ½ (PY1 + PY2))
Ec= (∆ QX / ½ (QX1 + QX2)) / (∆ PY / ½ (PY1 + PY2))

  • Elastisitas Pendapatan
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan yang dirumuskan sebagai berikut:
Ey= ((Q2 – Q1) / ½ (Q1 + Q2)) / ((I2 - I1)/ ½ (I1+ I2))
Ey= (∆ Q / ½ (Q1 + Q2)) / (∆ I / ½ (I1 +I2))